Apa yang Sebenarnya Membuat Amerika “Luar Biasa”?

January 20, 2018 0 By Spirit Admin

malcolmOrang Amerika merasa sangat bangga bahwa bangsa kita begitu unik. Tetapi kebanyakan orang Amerika sangat salah paham dalam arti apa kita unik, dan dalam arti apa kita tidak berbeda dengan bangsa lain atau orang lain.

Kita harus membebaskan diri kita dari beberapa delusi sebelum kita dapat mengenali dan memahami keunikan kita yang sebenarnya, sebelum kita dapat mulai berbicara dengan cerdas, jujur, dan dewasa tentang apa yang disebut ‘exceptionalism’. Seperti yang dicatat Jacob Needleman: Apa yang membuat Amerika istimewa bukanlah orang-orangnya. Apa yang membuat Amerika istimewa adalah kewajibannya. Amerika secara sadar dirancang khusus sebagai tempat di mana cita-cita seperti kebebasan dan persamaan, keadilan dan kebenaran, dapat dikejar, di mana pencarian untuk “Yang Baik” akan didorong.

Amerika seharusnya menjadi tempat di mana semua manusia dapat berkumpul bersama dan pengejaran ini akan dilindungi. Inilah yang membuat Amerika istimewa dan unik. Kami tidak berbeda dari orang lain di waktu lain atau negara lain – tetapi tidak ada bangsa lain yang pernah memiliki kewajiban terhadap jiwa manusia ini.


Fakta tak terbantahkan bahwa kita sering mengkhianati cita-cita ini bukanlah alasan untuk menolak cita-cita itu sendiri, juga bukan alasan untuk melepaskan harapan dalam kemungkinan memenuhi cita-cita ini di masa depan. Inilah sebabnya mengapa Frederick Douglass, setelah menghempaskan orang Amerika pada masa itu untuk kemunafikan mereka, berkata,

“Tetapi saya berbeda dari orang-orang yang mendakwa pangkalan ini pada para perumus Konstitusi Amerika Serikat. Itu adalah fitnah atas ingatan mereka. ”Dia tidak ingin kita melupakan apa yang kita lakukan atau apa yang telah kita lakukan, tetapi dia juga tidak ingin kita melupakan apa yang bisa dan harus dilakukan oleh Amerika.

Dalam kehidupan dewasa awal, Malcolm melakukan kehidupan kriminil serta narkoba, serta pada akhirnya diamankan serta di kirim ke penjara saat tujuh tahun. Waktu mengerjakan waktu, Malcolm membuat transformasi pertamanya dalam kehidupan. Seseorang narapidana sebagai anggota Nation of Islam berteman dengannya serta mulai mengajarinya beberapa cara Islam serta pemberdayaan diri orang kulit hitam. Dia yakin kalau perasaan rendah diri dari ras kulit hitam ialah metode yg dimanfaatkan oleh generasi supremasi kulit putih semenjak tahun 1500-an buat melemahkan serta menetralisir orang kulit berwarna.

Malcolm mengambil alih nama belakangnya dengan huruf X, dengan menuturkan ” X mengambil alih master budak kulit putih dengan mata biru yg memaksakan paternal bearing-nya. ” Pesannya memberikan generasi baru perasaan angan-angan.

Dia menampik kiat tindakan langsung non-kekerasan dari Pergerakan Hak Sipil. Saat dunia geram pada serangan anjing polisi Bull Connor serta selang air bertenaga tinggi yg disemprotkan pada anak-anak di Birmingham pada tahun 1963, Malcolm menjawab, “Kami dapat punya sikap tanpa kekerasan dengan mereka yg tidak mengerjakan kekerasan dengan kami. Akan tetapi apabila anjing berkaki empat menyerang saya karena menuntut hak yg wajar saya terima karena saya manusia, saya dapat menembak anjing itu. Lantas saya dapat menembak pemilik anjing yg mengizinkannya menyerang saya. Saya tidak mengatakan kekerasan saat itu buat membela diri. Saya mengatakan kecerdasan. ”

Malcolm memisahkan diri dari Nation of Islam sejenak sesudah kunjungannya di Miami tahun 1964 buat menyaksikan temannya, Cassius Clay, jadi pemenang titel kelas berat. Dia membuat Organisasi Kesatuan Afro-Amerika sejenak sebelum dia mengerjakan ziarah ke Mekkah, suatu beribadah haji. Disana dia alami pergeseran filosofis. Dia menyaksikan kalau banyak orang kulit putih tidak jahat, atau setan.

Dia menyaksikan kalau banyak orang, terputus dari ras atau kepercayaan, bisa hidup bersamanya. Dia bahkan juga membela kampanye anti-kekerasan Dr. King, mengatakan kalau ” beberapa orang butuh dengarkan Dr. King, atau mereka mesti dengarkan pilihan saya. ”